ANALYZEDESIGNDEVELOPIMPLEMENTSYNERGYIMPROVE
Insight26 Februari 2026
2 MENIT

System & People

People Developer Team

People Developer Team

System & People

Mana yang Lebih Menentukan Keberhasilan Transformasi Organisasi?

Dalam proses transformasi organisasi, sering muncul perdebatan klasik:
apakah keberhasilan ditentukan oleh sistem atau oleh manusia?

Sebagian pihak percaya bahwa kinerja organisasi bergantung pada kualitas individu. Ketika hasil tidak tercapai, karyawan sering menjadi pihak pertama yang disalahkan. Namun, pandangan ini ditantang oleh W. Edwards Deming — tokoh manajemen kualitas modern — yang memberikan perspektif berbeda dan cukup revolusioner.

Menurut Deming, sekitar 94% variasi kinerja dan kegagalan organisasi berasal dari sistem, seperti proses kerja, struktur organisasi, kebijakan, dan lingkungan kerja. Sementara itu, hanya 6% yang benar-benar disebabkan oleh kesalahan individu. Pandangan ini menggeser paradigma manajemen tradisional: masalah utama organisasi bukanlah orangnya, melainkan sistem tempat orang tersebut bekerja.

Prinsip Utama Pemikiran Deming

Deming menekankan bahwa memotivasi orang tanpa memperbaiki sistem ibarat “menjaring angin” — usaha yang melelahkan tetapi tidak menghasilkan perubahan nyata. Orang yang kompeten sekalipun akan sulit menunjukkan performa terbaik jika bekerja dalam sistem yang buruk. Sebaliknya, individu dengan kemampuan rata-rata dapat menghasilkan kinerja tinggi ketika didukung oleh sistem yang baik.

Karena itu, transformasi organisasi seharusnya dimulai dari pemahaman terhadap System of Profound Knowledge, yaitu pendekatan yang menekankan dua hal secara bersamaan:

  • pengembangan sistem kerja yang sehat, dan
  • pengembangan individu di dalam organisasi.

Mengapa Sistem Lebih Dominan?

1. Struktur Membentuk Perilaku

Perilaku kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh aturan, prosedur, target, dan mekanisme yang ditetapkan organisasi. Orang bekerja mengikuti sistem yang tersedia — bukan sekadar niat pribadi.

2. Mengurangi Budaya Menyalahkan

Fokus pada perbaikan sistem membantu organisasi keluar dari blame culture. Ketika kesalahan dipandang sebagai peluang perbaikan proses, orang akan merasa lebih aman untuk belajar, berinovasi, dan menyampaikan ide.

3. Menciptakan Kualitas yang Berkelanjutan

Pelatihan atau peningkatan kompetensi individu tidak akan berdampak jangka panjang jika alat kerja, alur proses, atau kebijakan organisasi masih bermasalah. Sistem yang baik memungkinkan kualitas bertahan secara konsisten.

Organisasi yang efektif bukan berarti mengabaikan manusia. Justru sebaliknya — organisasi memberdayakan manusia dengan memperbaiki ekosistem tempat mereka bekerja. Peran utama pemimpin bukan sekadar mengawasi karyawan, tetapi memastikan sistem organisasi memungkinkan setiap individu mengeluarkan potensi terbaiknya.

Pertanyaan Refleksi

  • Apakah saya lebih sering menyalahkan orang daripada berusaha memperbaiki sistem?
  • Jika ya, apa 1 (satu) hal yang akan Anda lakukan segera agar dapat lebih berfokus pada memperbaiki sistem?
  • Jika tidak, apa 1(satu) hal dalam sistem Anda yang Anda perlu perbaiki untuk makin lebih baik lagi agar orang dapat berkontribusi lebih maksimal untuk pertumbuhan organisasi?

Siap Bertransformasi?

Mari diskusikan bagaimana kami dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan organisasi Anda.

HUBUNGI KAMI
Akhir dari Insight